HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Suap DI MK

Arsyad Sanusi Mundur Sebagai Hakim MK



indosiar.com, Jakarta - Dugaan suap di tubuh Mahkamah Konstitusi kian menemukan titik terang setelah majelis kehormatan hakim mengumumkan hasil pemeriksaannya. Majelis kehormatan hakim memastikan bahwa hakim MK Akil Mukhtar dan Arsyad Sanusi tidak menerima suap. Namun, Arsyad memilih mundur dari MK, karena putusan itu sekaligus teguran pada dirinya, terkait keterlibatan bawahannya dan anaknya.

Hasil pemeriksaan majelis kehormatan hakim (MKH) terkait dugaan suap terhadap  hakim Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar dan Arsyad Sanusi ini disampaikan  langsung ketua majelis kehormatan   hakim, Haryono. Dalam keterangan pers di kantor MK Jumat pagi, Haryono menegaskan,  tidak ditemukan bukti adanya penyerahan uang baik langsung maupun tidak langsung dari Jopinus Ramli Saragih kepada hakim konstitusi Akil Muchtar. Karena itu,  Akil dinyatakan tidak melanggar kode etik dan namanya harus direhabilitasi.

Sementara untuk hakim Arsyad Sanusi, majelis menegaskan telah terjadi pertemuan antara Dirwan Mahmud dan Neshawaty, serta Zaimar di rumah dinas Arsyad Sanusi, yang disusul dengan pertemuan panitera pengganti Makhfud.
Majelis memastikan tidak menemukan bukti  keterlibatan Arsyad dalam pertemuan  tersebut. Namun demikian, majelis merekomendasikan agar Arsyad diberikan teguran, sebagai bentuk  pertanggung-jawaban moral atas  keterlibatan putrinya Neshawaty dan Zaimar adik ipar serta bawahannya langsung Makhfud.

Atas putusan tersebut, Hakim Arsyad Sanusi menyatakan mundur dari Mahkamah Konstitusi. Pengunduran diri Arsyad ditandai dengan penyerahan kembali pin  mahkamah konstitusi kepada ketua MK Mahfud MD.

Sementara itu, Ketua MK, Mahfud MD,  menyatakan, pengungkapan hasil  pemeriksaan majelis kehormatan hakim   ini sekaligus menandai selesainya kasus dugaan suap di tubuh MK. Sedangkan  unsur pidana yang telah ditemukan tim investigasi MK, tetap dilanjutkan melalui jalur hukum.(Azhar Pungkasadhi,Ahmad Susanto,Her)

Bookmark and Share