indosiar.com, Jakarta - Kebijakan pemerintah yang kembali menurunkan harga premium dan solar menjadi Rp 4500 perliter mulai 15 Januari mendatang, belum dipastikan akan menurunkan tarif angkutan umum. Sejumlah awak angkutan mengaku keberatan atas penurunan tarif karena tingginya harga suku cadang serta setoran kepada pemilik angkutan.
Meski harga BBM kembali akan turun per 15 Januari mendatang sejumlah sopir angkutan mengaku tidak bisa memenuhi keinginan para penumpang untuk menurunkan tarif. Pasalnya biaya setoran kepada pemilik kendaraan tidak ikut turun dengan alasan tingginya harga suku cadang. Bahkan saat ini harga suku cadang terus merangkak naik, kondisi ini sangat dikeluhkan para sopir karena sulit memenuhi setoran setiap harinya.
Alasan serupa juga dikemukakan para tukang ojek yang mangkal disekitar Terminal Pasar Senen, Jakarta. Meski harga premium telah turun, namun tarif sulit diturunkan dalam kondisi saat ini. Dalam sehari tukang ojek mengaku hanya mampu meraih penghasilan bersih 25 ribu rupiah perhari.
Sejumlah sopir angkutan dan tukang ojek juga menyatakan kekhawatirannya harga BBM kembali naik setelah pelaksanaan pemilu. (Sujito Santoso/Sup)