indosiar.com, New York - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini berada di New York, Amerika Serikat melakukan pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai laporan Star Initiative yang menempatkan mantan Presiden Soeharto dalam urutan pertama mantan pemimpin yang melakukan korupsi.
Di sela - sela sidang majelis umum PBB, Presiden Yudhoyono menerima Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick. Inilah pertemuan yang banyak disorot media massa di tanah air mengingat Bank Dunia bersama PBB baru-baru ini meluncurkan prakarsa pengembalian aset curian atau Star yang menempatkan mantan Presiden Soeharto sebagai koruptor teratas dalam daftar mantan pemimpin negara.
Dalam pertemuannya ini Presiden Bank Dunia dan Presiden Yudhoyono membahas lebih lanjut mengenai prakarsa Star dan amplikasinya di Indonesia. Namun baik Bank Dunia maupun pemerintah menekankan prakarsa ini bukan khusus untuk menargetkan Soeharto.
Dalam daftar yang ditulis dalam laporan Initiative Star, mantan Presiden Soeharto menempati urutan teratas korupsi dengan hasil curian senilai 15 hingga 35 milyar dolar Amerika. Bank Dunia menyatakan, prakarsa ini memang ditujukan untuk membantu negara berkembang yang biasanya tidak memiliki sistem hukum yang cukup kuat untuk menjerat para mantan penguasa. (Tim Liputan/Sup)