indosiar.com, Jayapura - Setelah sempat tenang selama tiga pekan setelah rusuh penyerangan Polsekta Abepura dan teror bom pada pemilu legislatif lalu, Senin (25/05/09) kemarin, Abepura kembali memanas. Sejumlah anggota Brimob yang tengah berpatroli di perbukitan Abepura tiba-tiba diserang dan ditembaki Gerakan Papua Merdeka atau GPM di perbukitan distrik Abepura.
Kontak senjata ini terjadi saat tiga Kompi Anggota Brimob dan anggota Polsekta Abepura melakukan patroli di distrik perbukitan Abepura. Kontak senjata yang berlangsung selama dua jam ini tidak menimbulkan korban jiwa dari kedua pihak, karena jarak tembak yang sangat jauh. Seorang anggota GPM terlihat sedang kabur menuju hutan.
Diatas gunung aparat menemukan salah satu gubuk yang sudah terbakar oleh kelompok lawan. Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto membenarkan terjadinya kontak senjata ini. Penyisiran ini dilakukan oleh satu kompi Brimob Papua disekitar daerah Tanah Hitam, menyusul adanya keluhan warga yang sering diintimidasi oleh sekelompok Gerakan Papua Merdeka yang juga membawa senjata api organik dan senjata rakitan serta membawa senjata tradisional.
Hingga kini pihak kepolisian masih terus menyelidiki peristiwa ini karena diduga kelompok GPM inilah yang selama ini melakukan serangkaian teror dan penyerangan Polsekta Abepura April lalu. (Andre Kirwel/Sup)