indosiar.com, Jakarta - Penyebaran virus H1N1 atau flu babi yang kian meningkat di Indonesia membuat pemerintah lebih ekstra berhati-hati dengan semakin memperketat bandara dan pelabuhan. Selain melakukan pendataan ketat, petugas juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh, pembagian masker dan penyebaran brosur tentang bahaya dan pencegahan virus yang telah banyak menelan korban ini.
Petugas Departemen Kesehatan di Bandara Soekarno Hatta ini memeriksa setiap penumpang dan wisatawan yang datang dari luar negeri. Para penumpang di data dan diperiksa suhu tubuhnya dengan alat pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi terjangkit tidaknya virus H1N1.
Tak hanya itu, para penumpang diberikan masker dan brosur berisi tentang bahayanya flu babi dan antisipasinya. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus flu babi yang kian merajalela, terutama bagi para pelancong yang datang ke Indonesia.
Dalam perkembangan yang sama, penyebaran virus H1N1 di Jombang, Jawa Timur kian mengganas. Setelah 5 santri di Ponpes Tebu Ireng dinyatakan positif terinfeksi virus H1N1, kini gejala yang sama juga terjadi dibeberapa ponpes lain di Jombang. Saat ini ada puluhan santri yang mengeluhkan gejala batuk, pilek disertai panas tinggi. Bahkan ada 8 santri yang sudah diisolasi.
Puluhan santri yang menderita gejala mirip virus H1N1 ini, berada di asrama putri Pondok Pesantren Darul Ullum Jombang. Melihat kondisi ini, sejumlah tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang langsung melakukan tindakan medis dan mengambil sampel darah sejumlah santri.
Sementara itu sebanyak 399 santri Pondok Pesantren Al Hika Musholafiyah di Kampung Cipulus, Purwakarta, Jawa Barat terserang flu massal dengan gejala mirip flu babi. Dua orang santri diantaranya terpaksa di rujuk ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan observasi. Dinas Kesehatan Purwakarta belum bisa memastikan apakah wabah ini tergolong flu babi atau bukan.
Pimpinan pondok pesantren Kyai Haji Adang Badrudin mengakui, para santrinya mulai terserang flu massal setelah digelarnya acara peringatan Isra' Mi'rad yang dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah. Setelah acara selesai, aktifitas pondok sempat terhenti lantaran para santri mulai jatuh sakit. (Diak Eko Purwoto/Mas'ud Ibnu Syamsuri/Zaenal Arifin/Sup)