indosiar.com, Garut - Menyusul musibah banjir lumpur yang terjadi di Kecamatan Samaran, Garut, Jawa Barat, ribuan warga di 3 kampung, Rabu (17/2/2010) siang, panik mengevakuasi barang-barang miliknya dari dalam rumah. Mereka terpaksa harus meninggalkan rumahnya, mengungsi ke tempat yang lebih tinggi yang dinilai lebih aman dari terjangan banjir lumpur susulan.
Seperti inilah kepanikan warga yang menjadi korban banjir lumpur susulan. Mereka berlarian untuk segera mengevakuasi barang barang miliknya dari dalam rumah, karena lumpur terus masuki rumah-rumah warga.
Musibah banjir lumpur ini terjadi karena bukit yang berada di kampung Cisaat, Desa Tangjung Mulya, Kecamatan Samaran, Garut, longsor setelah diguyur hujan deras hingga menyebabkan banjir lumpur dan menerjang sekitar 1000 rumah lebih, yang ada di 3 kampung.
Kerusakan cukup parah hingga terendam lumpur setinggi 3 meter, berada di Kampung Makam. Sementara di kampung lainnya, ketinggian lumpur baru mencapai 20 centimeter hingga 0,5 meter.
Pasca terjadinya banjir lumpur susulan, saat ini ribuan warga terpaksa harus meninggalkan pemukiman untuk mencari tempat pengungsian yang lebih tinggi dan dinilai aman dari terjangan lumpur susulan.
Dengan berjalan kaki dan sebagian warga naik truk mereka membawa perabotan miliknya untuk dibawa ke tempat pengungsian. Seperti kasur, pakaian, perabotan rumah tangga dan barang barang elektronik.
Warga khawatir akan terjadi lagi banjir lumpur susulan yang menenggelamkan rumahnya. Hingga saat ini warga yang terkena musibah banjir lumpur mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.
Mereka meminta Pemda Garut segera memberikan bantuan berupa makanan, makanan dan tenda serta keperluan lainnya.(Deni Muhammad Arif/Her)