indosiar.com, Semarang - Sebuah rumah kontrakan yang diduga dijadikan markas aliran sesat Negara Karunia Allah digerebek petugas kepolisian setempat, setelah polisi mendapat pengaduan dari salah satu pengikut yang kabur dari dalam rumah. Aliran ini diduga menyimpang karena selain tak mewajibkan pengikutnya sholat dan puasa, pimpinan kelompok membolehkan anak buahnya kumpul kebo. Bahkan bertukar pasangan antar sesama pengikut.
Rumah kontrakan di Jalan Kintelan No.55 Semarang ini kini dalam pengawasan pengurus RW setempat, setelah polisi menggerebek aktivitas penghuni rumah yang terkait dengan aliran sesat Negara Karunia Allah. Dua orang pemimpin kelompok menyimpang ini yang diketahui bernama Tomi dan Dian telah kabur saat polisi datang.
Polisi hanya mengamankan salah satu pengikut bernama Wahyu dan menyita sejumlah dokumen dan satu unit sepeda motor. Terbongkarnya aliran sesat Negara Karunia Allah ini berawal dari pengaduan salah satu pengikut yang kabur dari dalam rumah dan mengadu kepada RW setempat tentang aktivitas kelompok itu. Sebelumnya warga juga sudah curiga, karena penghuni rumah tersebut jarang bersosialisasi dan kerap ada aktivitas pertemuan sampai larut malam.
Salah satu bekas pengikut aliran ini membenarkan, ajaran yang diberikan pimpinan kelompok Negara Karunia Allah ini memang aneh. Selain tak mewajibkan sholat dan puasa, pengikut dibolehkan untuk kumpul kebo dan diijinkan berganti-ganti pasangan antar sesama penganut. Kalangan orangtua yang anaknya indekost di kota diharapkan waspada, karena kelompok ini kerap mengincar pengikut baru dari kalangan mahasiswa, dan mereka biasanya awalnya diajak untuk pengajian, kemudian setelah dibaiat diminta membayar uang iyuran dan harus menempuh kegiatan hijrah ke kota lain selama beberapa hari. (Agus Hermanto/Sup)