indosiar.com, Bali - Becak yang sudah lama terbuang dari Jakarta, ternyata bisa mendatangkan keuntungan ratusan juta rupiah bagi seorang pengrajin di Denpasar, Bali.
Sekilas becak-becak ini seperti tidak berguna. Bentuknya yang tinggal rongsokan membuat siapapun tidak tertarik melihatnya. Tapi jangan salah, bagi Salim Thalib, pengusaha becak antik di Jalan Imam Bonjol Denpasar Bali, becak-becak rongsokan dari Jawa ini sengaja disimpan. Dengan sedikit kreatifitas, bisa menghasilkan uang jutaan rupiah.
Karena itu pulalah, lebih dari 5 tahun terakhir, Salim memilih menjadi pengusaha becak antik dan meninggalkan bisnis furniture yang digelutinya. Sejak membuka usaha becak antik, Salim mengaku mampu mengantongi keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Salim merubah semua bentuk dan warna klasik. Sementara atap becak juga khusus dibuat dari kanvas yang telah dibentuk sedemikian rupa.
Satu becak antik dijualnya seharga 3,5 juta rupiah atau 10 kali lipat dari ongkos produksi termasuk pembelian becak bekas seharga 350 ribu rupiah perunit. Selain di Bali, produksi becak antik Salim telah merambah sejumlah negara Eropa seperti Perancis, Italia dan Amerika. (Masudin/Sup)