indosiar.com, Ambon - Bentrokan terjadi sekitar pukul 10, Kamis pagi (13/3/2008) waktu Indonesia Timur. Bentrokan dipicu oleh perkelahian pemuda pada acara malam pesta pernikah warga Desa Ureng, yang melibatkan pemuda kedua desa.
Insiden tersebut kemudian merembet hingga menyebabkan penyerangan warga Negeri Lima terhadap warga Desa Ureng, yang melintas di desa mereka.
Insiden tersebut menyebabkan Faisal Niapele, warga Desa Ureng tewas ditempat kejadian. Sedangkan paman korban, Taraf Naitupa, tewas saat akan dilarikan ke puskesmas. Ironisnya, keluarga korban yang hendak mengambil jenazah Faisal Niapele dan Taraf Naitupa malah ditawan oleh warga Negeri Lima, di puskesmas yang berada di wilayah Negeri Lima.
Jenazah Faisal yang sudah berada didalam ambulance tak bisa keluar dari halaman puskesmas. Tak hanya itu, korban kritis bersama 6 warga Ureng lainnya, ikut terkepung massa didalam puskesmas, yang dijadikan sebagai balasan atas tewasnya salah satu warga Negeri Lima oleh warga Ureng, beberapa hari sebelumnya.
Aksi massa ini menyebabkan puluhan aparat Brimob bersenjata lengkap tidak berhasil mengevakuasi mobil jenazah. Warga bahkan telah bersiap-siap dengan bensin dan kayu balok, untuk membakar mobil jenazah bersama keluarganya. Hingga Kamis malam, situasi masih mencekam. 6 warga Desa Ureng bersama korban kritis dan mayat, belum bisa dievakuasi keluar dari dalam puskesmas.(Jabar Tianotak/Ijs)