indosiar.com, Jakarta - Pihak Mabes Polri dan TNI Angkatan Darat melakukan langkah-langkah antisipasi meluasnya bentrokan. Sedangkan pemicu bentrokan sendiri diduga karena ada oknum yang memiliki semangat membela Korps yang terlalu berlebihan dan diperparah oleh adanya upaya pihak tertentu memecah belah TNI dan Polri.
Insiden bentrokan antara TNI dan Polri di Ternate, Maluku Utara, Senin (24/09/07) kemarin, disinyalir Mabes Polri dilakukan oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan kesatuan TNI dan Polri.
Oknum tersebut dinilai memiliki semangat pembelaan Korps yang berlebihan sehingga tidak sadar membela temannya yang salah. Kondisi ini diperparah dengan adanya sejumlah pihak yang ingin melihat kericuhan antara TNI dan Polri.
Sementara itu Kadispen TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Ricardo Siagian menyayangkan terjadinya bentrokan tersebut. Diduga bentrokan ini terjadi karena adanya salah paham antara kedua belah pihak.
Kadispen juga menyatakan, saat ini kondisi keamanan kota Ternate mulai kondusif dan dapat dikendalikan. Hingga saat ini personil Polri yang bertugas di lapangan dilarang membawa senjata api.
Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan, Kapolda Maluku Utara dan Danrem Ternate hari ini menggelar buka puasa bersama. Disamping itu Polda Maluku Utara juga akan menghadiri apel upacara HUT TNI 5 Oktober mendatang di Makorem Ternate. (Tim Liputan/Sup)