indosiar.com, Batam - Bentrokan antara kuli angkut barang atau porter dengan ABK Kapal Motor Kelud kembali terjadi di dermaga pelabuhan Beton Sekupang, Batam, Kepulauan Riau. Seperti pada bentrokan beberapa waktu sebelumnya, pemicu bentrokan kali ini juga karena tindakan para porter yang menaikkan barang ke atas kapal hingga melebihi kapasitas.
Bentrokan antara porter dengan ABK KM Kelud ini dipicu oleh tindakan para porter yang memuat angkutan keatas kapal hingga melebihi kapasitas. Para ABK (Anak Buah Kapal) yang mengetahui tindakan para porter ini mencoba mencegat dan melarang para porter untuk menaikan lagi barang keatas kapal.
Larangan para ABK ini membuat para porter mengamuk dan melakukan pelemparan batu ke arah ABK. Aksi saling lempar batupun tidak terhindarkan. Untuk menghindari kemarahan para porter yang lebih serius nakhoda kapal KM Kelud segera memindahkan kapal ketengah laut.
Tindakan nakhoda ini membuat ratusan calon penumpang yang belum sempat naik keatas kapal terlantar di pelabuhan. Untuk mengamankan situasi ratusan petugas kepolisian dan Satuan Brimob dari Poltabes Barelang diterjunkan ke lokasi kejadian. Oleh aparat kepolisian para porter digusur keluar area pelabuhan sebelum KM Kelud diminta kembali merapat ke dermaga.
Melalui musyawarah yang panjang antara pihak Pelni, polisi dan Nakhoda kapal yang dihubungi melalui ponselnya akhirnya nakhoda kapal tetap menolak merapat ke dermaga.
Untuk itu para calon penumpang yang tertinggal diangkut menggunakan perahu ke kapal. Akibat bentrokan ini KM Kelud mengalami keterlambatan selama 5 jam sebelum berlayar menuju Jakarta. (Oki Indra/Sup)