indosiar.com, Ambon - Suasana di terminal angkutan umum Mardhika, Ambon, mendadak tegang menyusul bentrokan antara warga Desa Kailolo dengan warga Desa Romoning di kawasan itu.
Warga Desa Kailolo yang menguasai kawasan itu, langsung mengamuk setelah mengetahui salah satu warga mereka di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, diserang dan dirusak barang dagangannya yang baru tiba dari Pulau Jawa. Situasi kian tak terkendali ketika seorang warga Desa Kailolo diterjang timah panas yang dimuntahkan salah satu oknum anggota Polri yang diduga berasal dari kelompok lainnya.
Aksi kejar-kejaran dengan batu dan senjata tajam didalam terminal pun tak dapat dihindarkan. Meski tak sampai merenggut korban nyawa, namun sedikitnya 2 orang warga terluka dan hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Al Fattah, Ambon. Salah satu diantaranya bernama Karim Guanaya, yang terkena tembakan di bagian punggung dan hingga Senin malam (13/8/2007) masih bersarang.
Tak hanya itu, sejumlah angkutan umum yang berada di terminal juga hancur terkena lemparan batu dari kedua kelompok. Hingga kini belum diketahui pasti pemicu bentrokan. Sebelumnya, pada pertengahan Maret 2007 lalu, bentrokan yang melibatkan warga kedua desa juga sempat pecah di Ambon dan merembet hingga ke perkampungan mereka di Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku.
Sementara itu, akibat bentrokan antara warga kedua desa menyebabkan aktifitas di Terminal Mardhika sepi dalam sekejab. Ratusan angkutan umum yang melayani penumpang dalam kota, lebih memilih menghindar dari lokasi bentrokan. Akibatnya puluhan penumpang hingga Senin petang, terlantar di Terminal Mardhika, Ambon.(Jabartianotak/Ijs)