indosiar.com, Tangerang - Peredaran beras berklorin atau beras yang diberi zat pemutih kimia kembali mengancam. Sejumlah pedagang beras di Serang, Banten mengaku pernah ditawari oknum tak dikenal untuk menjual beras yang telah diberi zat pemutih kimia tersebut.
Muslikin salah satu pedagang di Pasar Rau mengaku ditawari beras berklorin oleh orang tidak dikenal. Tapi karena warna beras yang terlalu bersih dan tidak alami, Muslikin menolaknya.
Sementara itu para pembeli beras yang rata-rata ibu rumah tangga mengaku resah karena tidak bisa membedakan antara beras berklorin atau bukan. Mereka juga mengaku tidak mengetahui dampak mengkonsumsi beras yang telah diberi pemutih ini.
Sementara itu pemerintah daerah Banten hingga kini belum melakukan razia ke para agen dan pedagang beras di pasar untuk memastikan ada tidaknya beras berklorin yang beredar di pasaran saat ini. (Heni Murniati Supaidi/Sup)