HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Saos Dengan Pengawet Berlebih

Beredar Luas Dipasaran



indosiar.com, Jakarta - Salah satu pasar tradisional di Jakarta yang masih menjual saos dengan kadar pengawet berlebihan adalah pasal Kopro, Kedoya, Jakarta Barat.

Sejumlah toko kelontong di pasar ini tampak masih menjual saos dengan kadar Natrium Bensoat diluar batas yang bisa mengganggu kesehatan seperti saos cabe payung.

Harga saos ini dipasaran hingga mencapai Rp 1500 per saset atau jauh lebih murah dari saos yang bermerek.

Jani, pedagang saos yang ada di pasar Kopro mengaku tidak mengetahui saos yang dijualnya berbahaya bagi kesehatan. Menurut Jani, saos cap cabe yang dijualnya cukup laris di pasaran karena harganya sangat murah. Jani mengaku kedepannya tidak akan menerima dan menjual lagi saos cap cabe tersebut.

Kondisi serupa juga ditemukan di Semarang, Jawa Tengah, sejumlah pasar dan toko kelontong di daerah masih banyak yang menjual saos dan kecap bermasalah karena harganya yang murah dan laris di pasaran.

Sementara itu di Makassar, Sulawesi Selatan, ratusan botol dan jerigen saos tomat hasil sebuah produksi sebuah pabrik di Jalan Kandea, Makassar ini kemarin justru siap dipasarkan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Selain dalam bentuk botol, saos tomat dan sambal dengan merek Sumber Jaya ini hanya dikemas dalam jerigen dengan berbagai ukuran. Padahal produk ini masuk dalam daftar produk saos dan kecap yang mengandung kadar pengawet berlebihan, dimana kadar Natrium Bensoat dan Kalium Sorbat dalam produk melebih batas yang diizinkan oleh pemerintah.(tim liputan/H)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: