indosiar.com, Kupang - (Jumat:03/02/2012) Belasan balita penderita demam berdarah kini dirawat di rumah sakit Umum Daerah Profesor WZ Johanes, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Terbatasnya ruang perawatan anak, menyebabkan sebagian anak penderita demam berdarah terpaksa di rawat di lorong polyanak.
Noldi, adalah salah satu pasien, demam berdarah yang sudah dirawat selama 4 hari. Menurut Melki, orang tua Noldi, anaknya tersebut dibawa ke rumah sakit, karena menderita demam yang tak kunjung turun dan setelah menjalani pemeriksan darah di laboratorium, barulah terdeteksi menderita demam berdarah.
Pada musim peralihan saat ini masyrakat dihimbau untuk mewaspadai penyakit demam berdarah Dangue, (DBD). Menurut kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati, DBD tidak bisa dianggap sepele. Karena itu masyarakat diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk seminggu sekali, untuk memutus perkembang biakan jentik jentik nyamuk.
Untuk mencegah bertambahnya pasien demam berdarah, tempat tempat yang sering menjadi sarang jentik nyamuk antara lain bak mandi, penampung pot dan tampungan ac harus dibersihkan. Masyarakat juga diminta melakukan gerakan 3 M yaitu menutup tempat genangan air, menguras bak mandi, dan mengubur benda yang bisa jadi sarang nyampuk.
Selain itu, juga disarankan menebar bubuk Abate di bak mandi. Seseorang dikategorikan beresiko DBD bila memiliki suhu tubuh panas diatas 37,5 derajat celcius dan tidak turun 2 hari.(tim liputan/Her)