HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pembobolan ATM

BI Instruksikan Bank Evaluasi Sistem IT



 

indosiar.com, Jakarta - Polisi masih menyelidiki pelaku pembobolan atm ATM kah bagian dari sindikat internasional atau perorangan. Namun sejauh ini enam bank besar mengalami kerugian yang besarnya sekitar 4 milyar rupiah. Bank Indonesia sendiri sudah menginstruiksikan ke seluruh bank untuk mengevaluasi sistem IT dan keamanan bank.

Peringatan bagi pengguna kartu ATM agar lebih hati – hati, mulai dari memilih Anjungan Tunai Mandiri hingga menjaga kerahasiaan PIN.

Kasus pembobolan ATM yang terungkap di Bali menjadi pelajaran penting. Si pelaku berhasil menggasak uang hingga 4 milyar rupiah dari ATM milik enam bank.

Caranya, pelaku menggunakan alat tertentu yang ditempelkan di bagian mulut kartu. Ketika anda memasukan kartu ATM, alat itu kemudian merekam data anda. Lalu kamera kecil yang ditempatkan pelaku di ATM, akan merekam nomor PIN anda. Seketika itu juga uang anda lenyap. Teknik ini dinamakan skimming.

Enam ATM bank yang mengalami kerugian itu adalah, BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BRI, dan BII. Jumlah kerugian total sekitar   empat koma dua milyar rupiah.

Pelaku yang diduga sindikat international, saat ini diketahui baru beroperasi di Bali, namun bisa saja terjadi di daerah lain.

Transaksi menggunakan kartu debit melalui ATM sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Mulai dari berbelanja hingga membeli pulsa, semua dilakukan di Anjungan Tunai Mandiri. Namun kartu plastik ini, memiliki banyak kelemahan, salah satunya adalah mudah diduplikasi dengan teknik skimming.

Kasus pembobolan terjadi biasanya di atm – atm yang tidak ada petugas jaga atau terbuka, seperti yang berada di mall atau di pusat perbelanjaan. Selain itu, mesin ATM yang sudah lama, biasanya mudah dimanfaatkan pelaku.

Oleh karena itu, ada baiknya pengguna kartu debit melakukan beberapa langkah penting, yakni mengganti PIN, menutup angka saat memasukan nomor PIN, atau memasukan kembali kartu anda ke mesin ATM setelah melakukan transaksi dan memasukan nomor pin lain yang salah untuk mengecoh.

Kasus pembobolan ATM ini sejauh ini masih diselidiki oleh kepolisian, apakah dilakukan perorangan atau sindikat internasional. Begitu seriusnya kasus ini, Mabes Polri telah mengirm tim penyelidik untuk membantu Poltabes Denpasar Bali.

Pihak bank sejauh ini mengganti seratus persen semua kerugian yang dialami pengguna kartu ATM yang uangnya hilang. Kendati dalam kasus ini bank tidak bisa disalahkan, karena sistem keamanan di mesin – mesin ATM sejauh ini masih aman.

Bank Indonesia telah mengambil langkah koordinasi dengan perbankan dan kepolisian. Bank Indonesia juga telah menginstruksikan ke seluruh bank untuk mengevaluasi kembali sistem IT, khususnya mesin ATM.

Salah satu cara adalah dengan penggunaan kartu chip pada kartu ATM dan sidik jari dalam transaksi di ATM. Sistem ini sebenarnya sudah dipakai di kartu kredit, namun sejauh ini, bank belum menerapkannya pada kartu debit.

Perbankan sebaiknya segera mengambil langkah memperbaiki sistem pengamanan yang ada sekarang. Teknologi terus berkembang dan sudah tentu sistem pengamanan perlu diperbaharui. Sosialisasi juga penting, karena sebagian besar masyarakat kita masih awam menyangkut hal – hal yang berbau perbankan. Dan terakhir tentu, kita sebagai pengguna kartu, tetap waspada dan tidak selalu percaya dengan sistem yang canggih dan moderen sekalipun. (Tim Liputan/Sup)

 

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: