indosiar.com, Jakarta - Kepolisian belum lama ini menggerebek sejumlah lokasi, yang dijadikan tempat mengoplos tabung gas elpiji. Di Bekasi, polisi menemukan ribuan tabung gas oplosan, begitu juga di Jakarta Selatan. Bisnis mengoplos tabung ini, adalah bisnis berbahaya. Kabarnya, gara-gara ulah pengoplos ini, menjadi penyebab utama, maraknya ledakan tabung gas elpiji yang banyak menimbulkan korban jiwa.
Begitu dasyatnya ledakan akibat bocornya gas tabung elpiji. Ledakan yang terjadi di sebuah ruko di Jalan Slompretan, Surabaya pada 3 Juni lalu ini menyebabkan empat orang tewas dan meluluhlantakan beberapa bangunan di sekitarnya.
Pemilik ruko di tempat ini diduga mempunyai usaha ilegal yakni mengoplos tabung gas, dan entah kenapa, lima ratus tabung gasi miliknya tiba – tiba meledak.
Mengoplos tabung gas... Kabarnya ini yang menjadi sumber malapetaka meledaknya tabung elpiji belakangan ini.
Aparat kepolisian Bekasi, belum lama menggrebek sebuah gudang yang usahanya mirip di Surabaya, mengoplos tabung gas. Di tempat ini, polisi mendapati 26 pekerja yang sedang mengoplos gas dari satu tabung ke tabung lain, alias bisnis menipu, yakni mengurangi isi gas di tabung sehingga beratnya tidak sesuai dengan yang tertera.
Pekerja ini tidak menyadari, ketika mereka mengoplos gas dari satu tabung ke tabung lain, mereka telah merusak karet pengaman, atau karet sealed. Kerusakan inilah yang menyebabkan kebocoran gas, hingga berujung maut.
Selain di Bekasi, polisi juga menemukan bisnis serupa di kawasan Jakarta Selatan. Terbongkarnya bisnis oplosan ini, memberikan titik terang dari penyebab maraknya ledakan tabung gas belakangan ini.
Selain itu, ada lagi, yakni lemahnya pengawasan. Ini terbukti ketika Kementrian Perdagangan menemukan regulator dan selang yang tidak layak di komplek Duta Harapan di Jakarta Barat.
Ketika petugas datang, karyawan di tempat ini sedang mengemas regulator dan selang tabung gas yang diduga palsu untuk dijual ke pasaran.
Mengoplos tabung gas dan beredarnya regulator atau selang palsu, diduga menjadi penyebab ledakan selama ini. Pihak Pertamina memang selama ini yakin, tidak ada masalah dengan tabung, sumber masalah itu melainkan ada pada alat – alat ini.
Sulit dibayangkan, sudah berapa banyak beredar produk-produk semacam ini di masyarakat. Oleh karena itu masyarakat, diharapkan lebih ekstra hati – hati dalam membeli. Ciri – ciri berikut ini bisa cukup membantu anda.
Tiga instansi, kepolisian, Kementrian Perdagangan dan Pertamina harus lebih gencar melakukan razia atau sidak di pasaran. Begitu pula pertamina, juga harus lebih gencar melakukan sosialisasi.
Ini penting. Karena tidak sedikit masyarakat kita yang masih kurang paham dalam menggunakan kompor gas. Maklum saja, peralihan atau konversi dari penggunaan minyak ke gas belum lama. Ini penting, agar tidak perlu terulang, kasus ledakan elpiji sehingga harus menelan korban jiwa. (Tim Liputan/Sup)