HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Bocah 4 Tahun Hiperaktif, Hidup Dalam Belenggu Ikatan



indosiar.com, Bekasi - Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun, di Bekasi, Jawa Barat, bernasib sungguh tragis. Selama ini, ia hidup dalam belenggu ikatan. Sang ayah mengikatnya dengan tali, lantaran sang anak terlalu hiperaktif, terkadang melukai dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya. Sang ayah yang hanya pengamen jalanan selama ini tak punya pilihan lain, karena tak mampu membawa sang anak ke rumah sakit untuk berobat, maupun menjalani terapi.

Beginilah kondisi Gia Wahyu Ningsih, bocah berusia 4 tahun yang tinggal di rumah kontrakan ayahnya, di Kampung Jati, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi.

Gia, anak kedua dari dua bersaudara ini, kondisinya sangat memprihatikan. Balita ini harus hidup dalam belenggu ikatan tali di tubuhnya. Gia diikat sang ayah, Bahtiar Angkotasan, lantaran terlalu hyperaktif, dan mengalami gangguan jiwa yang terkadang melukai dirinya sendiri, dan orang lain d isekitarnya. 

Bahtiar, yang bekerja hanya sebagai pengamen jalanan, terpaksa mengikat anak keduanya ini, karena setiap dilepas, Gia selalu berbuat aneh.

Sedangkan, sewaktu mengamen di jalan, Gia hanya dijagai sang kakak, Agung, yang juga masih berusia belasan tahun. Sementara sang ibu sudah lama meningalkan keluarga ini.

Kasus yang dialami Gia Wahyu Ningsih, bocah perempuan berumur 4 tahun, oleh orang tuanya ini, memang tidak berprikemanusian dan melanggar undang-undang perlindungan anak. Namun, keterbatasan biaya dan dilatari tingkat ekonomi yang rendah, membuat keluarga ini tak bisa berbuat banyak. Setelah kasus ini mencuat, hari ini Gia dibawa ke RSUD Bekasi dan mulai dikunjungi sejumlah pejabat.(Awang Darmawan/Her)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: