indosiar.com, Jakarta - Pengamat Ekonomi Aviliani agak pesimis dengan direkrutnya mantan menteri ekonomi di era kabinet gotong royong, Boediono, untuk memperbaiki perekonomian Indonesia di era pemerintahan SBY.
Pasalnya, tak ada satupun janji Boediono yang mengarah terciptanya ekonomi kerakyatan. Masuknya Boediono diperkirakan hanya mampu melakukan stabilitasi makro ekonomi saja. Seharusnya, Boediono mampu untuk melakukan restrukrisasi utang luar negeri, penurunan bunga bank agar baik bagi investasi, serta perubahan terhadap RAPBN 2006.
Boediono juga dituntut mampu memecahkan masalah di sektor riil serta melakukan peningkatan lapangan pekerjaan. Ditambahkan Aviliani, kemungkinan segala kebijakan yang akan diterapkan Boediono nantinya akan terbentur dengan dua kepentingan di pemerintahan di era Yudhoyono, yaitu kepentingan rakyat dan neoliberalisme, yang saat ini ada pada beberapa pembantu presiden. (Budi Sampurno dan Novi Hartoyo/Tom)