indosiar.com, Madura - Bagi sebagian kalangan buah naga tidaklah asing di telinga. Buah naga ini dipercaya berkhasiat menetralisir kadar gula darah dan kolesterol dalam tubuh serta menormalkan tekanan darah.
Inilah salah satu lahan buah naga yang dibudidayakan warga Desa Rombasan Sumenep Madura. Adalah Muklis Hidayat, Kepala Desa Rombasan yang pertama berinisiatif menyulap tanah kering seluas 1300 meter persegi miliknya menjadi lahan buah naga.
Saat panen perdana lalu, lahan ini mampu menghasilkan 5 kuwintal buah naga. Pada panen kedua nanti, diperkirakan terkumpul 1 ton buah naga. Jika harga 1 kilogramnya mencapai 30 ribu rupiah, maka sedikitnya 30 juta rupiah bisa ia dapat. Artinya Muklis sudah bisa melunasi pinjaman modal tanam sebesar 45 juta rupiah. Menurut Muklis, komoditas buah naga jauh lebih menguntungkan ketimbang tembakau.
Saat ini sedikitnya terdapat 5 petani di desa Rombasan yang mengembangkan budidaya buah naga. Hasil buah naganya banyak juga yang dijual dikios pinggir jalan dengan harga 17 ribu sampai 20 ribu rupiah perkilogram untuk ukuran sedang.
Buah naga ini banyak digemari para lansia untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh. Menurut Dayat, ia kerap mengkonsumsi buah naga dengan cara dibuat jus terlebih dahulu. (Tim Liputan/Sup)