indosiar.com, Mataram - Penderita gisi buruk kini kembali mengancam anak - anak di Nusa Tenggara Barat. Kehilangan pekerjaan menyusul kekeringan serta minimnya air bersih membuat warga sulit memberi asupan gizi yang baik kepada anak - anaknya. Seperti yang dialami bayi mungil Tika yang kurang gizi karena ayahnya yang seorang buruh tani sudah tak mampu memberi makanan bergizi.
Bayi mungil Tika yang seharusnya menggemaskan diusianya yang menginjak dibulan ketiga kini justru terlihat memprihatinkan. Tubuhnya yang terlahir seberat 3 kilogram kini malah mengusut menjadi 2 kilogram, yang tersisa hanya tulang dan perut yang semakin membuncit.
Ayah Tika, Zulkarnaen warga Gangga Lombok Barat tampak hanya bisa pasrah melihat kondisi anak keempatnya ini. Pekerjaan sebagai buruh tani untuk menghidupi 4 orang, anak kini sangat dirasa berat oleh Zulkarnaen. Dalam 3 bulan terakhir hampir tidak ada petani yang mau menggunakan tenaganya karena kekurangan air untuk bercocok tanam.
Bayi Tika merupakan salah satu pasien gizi buruk yang kini masih dirawat RSU Mataram. Di Kabupaten lain seperti Bima dan Dompu sedikitnya ada 5 pasien busung lapar tengah dalam perawatan karena menderita gizi buruk. (Agus Zaeroni/Dv).