indosiar.com, Jakarta - (09/08/2012) Para calon penumpang kerata api mengeluhkan banyaknya calo tiket di statiun Senen yang memberong tiket sehingga mereka harus membeli tiket dari calo yang harganya 4 kali lipat lebih mahal. Sistem boarding yang digunakan oleh PT KAI juga tidak berjalan, karena nama yang ada di tiket dengan di KTP berbeda, tapi tetap boleh naik.
Inilah tiket kereta api ekonomi jurusan Jakarta-Surabaya yang dimiliki oleh Dadang, seorang calon penumpang dari Surabaya. Dadang terpaksa membeli dengan harga Rp 130 ribu meski harga aslinya Rp 33.500. Itupun setelah Dadang melakukan tawar menawar cukup lama, karena awalnya sang calo meminta harga Rp 200 ribu atau 6 kalilipat dari harga resmi.
Beruntung Dadang bisa masuk ke ruang tunggu statiun, meskipun nama yang tertera berbeda dengan di KTP. Semestinya Dadang tidak bisa boarding karena membeli tiket dari calo sesuai sistem baru yang diterapkan PT KAI.
Dari pengamatan di statiun Senin, petugas belum bisa memberlakukan sistem boarding. Banyak tiket milik calon penumpang, yang tidak dicocokan dengan kartu identitas.
Selain Dadang ternyata banyak calon penumpang yang mengaku terpaksa membeli tiket dari calo meskipun dengan harga berlipat lipat karena tiket di loket sudah habis terjual. Mereka menduga ada permainan antara petugas PT KAI dengan para calo, karena ada seorang calo yang memegang tiket hingga 10 lembar.
Para pemudik berharap para calo yang berkeliaran di statiun segera di tangkap agar bisa membeli tiket sesuai harga resmi.(Nurul Cinta/Amin/Her)
