indosiar.com, Jakarta - Daerah Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur memang menjadi daerah pemukiman langganan banjir setiap tahunnya. Dan hujan deras yang turun kemarin di Jakarta dan Bogor, membuat air kembali naik sejak pukul 04.00 WIB Rabu (20/01) pagi. Daerah Gang V RW 3 misalnya, mulai digenangi air sampai sebatas betis dan terus naik. Namun hal ini menjadi sesuatu hal yang biasa didaerah Kampung Melayu.
Ketua RW 03, Isal mengakui masalah pembuangan sampah masih menjadi penyebab utama banjir setiap tahunnya, meskipun beberapa RW bekerjasama membuat komposing sampah, namun masih banyak warga membuang sampah ke Kali Ciliwung. Untuk menghadapi banjir besar, pihak Kelurahan Kampung Melayu juga sudah menyiapkan Satkorlak untuk menghadapi banjir tahun ini.
Sementara menurut Kasubid Informasi di BMKG, Hari Jatmiko, ciri hujan pada puncaknya kali ini selalu terjadi pada sore hari dan menjelang pagi. Intensitas hujan yang cenderung lebat dan berlangsung berpotensi menimbulkan genangan dan longsor pada tanah yang rawan pergerakan seperti didaerah perbukitan. Namun untuk transportasi laut, ketinggian gelombang cenderung menurun dibanding pekan kemarin, terutama di perairan wilayah barat. Sementara untuk wilayah timur, tinggi gelombang masih diatas 2,5 meter. BMKG menghimbau masyarakat perlu mewapadai banjir dan tanah longsor pada puncak musim penghujan yang jatuh pada bulan Januari dan Februari ini. (Tim Liputan/Sup)