HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Dana Jamkesmas Langsung Disalurkan ke Rumah Sakit Daerah



indosiar.com, Jakarta - Untuk menjamin pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin, pemerintah merubah penyelenggaraan bantuan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas. Mekanisme penyaluran keuangan langsung disalurkan dari dana APBN ke rekening rumah sakit daerah. Hal ini berbeda dari penyelenggaraan tahun 2007 dimana seluruh pengelolaan keuangan Askeskin dikelola oleh PT Askes.

Berbeda dari tahun 2007, dimana pengelolaan keuangan Askeskin dikelola oleh PT Akses, pada tahun ini, PT Akses berfokus pada manajemen kepesertaan Jamkesmas yakni mengklarifikasi data-data masyarakat miskin.

Menurut Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari perubahan diambil karena selama ini PT Akses tidak transparan dalam pengelolaan Askeskin.

Untuk menjamin dana Jamkesmas benar-benar untuk rakyat miskin, pada program 2008 ini akan dibentuk tim verifikasi independen yang berada langsung dibawah pengawasan Inspektorat Jenderal Departemen Kesehatan. Tim ini diusulkan oleh Pemerintah Kota lalu disahkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi daerah  masing-masing.

Dana Jamkesmas dialokasikan sebesar 4,6 triliun rupiah. Menkes juga meminta Depkeu untuk mengaudit PT Akses karena terdapat sejumlah laporan yang mencurigakan pada laporan Askeskin tahun 2007. Total utang pemerintah untuk Askeskin tahun 2007 sebesar 1,2 triliun rupiah. (Rafael Don Bosco dan Sugeng Riyadi/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
23-Apr-2008 12:00:35 WIB by Arief R
jgn liat nominal bisa aja target maskin itu benar di karenakan harga obat yg bener-2 berkualitas coba di teliti lagi yg palng besar obat apa sih...bener nggak indikasinya...cek dis tributornya...bisa aja yg masalah RS dgn Distribtor..bukan systemnya.. di rubah apapun kalau itu tetap hasilnya akan sama...jd mesti info ke publik berpa dana yg sdh cair jd bukan cuma lemb indfndt yg mengntrol tp masyrkat jg bs mengontrol...per kabupaten lo...infonya..sama tetapkan jg obatnya pilih yg mana yg paling penting buat si maskin, setiap farmasi mesti mempresentasikan ke publik obat yg di ajukan biar jelas tuntutanya ke siapa kalau obatnya tidak bagus/tdk berkualitas..atau mengaku sama dengan obat yg asli ...kan bs keliatan tu... kalau obatnya ini...tujuanya untuk apa... bs aja biar SDM bs terpenuhi tp maskin yg jd korban........korban...

 

Nama:
Email:
Security Code: