HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Skandal Century

Darmin Akui Dana Bailout Adalah Uang Negara




indosiar.com, Jakarta - Senin (18/1/2010), Pansus Century memeriksa 2 mantan pejabat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Darmin Nasution dan Fuad Rachmany yang juga mantan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal. Keduanya diperiksa secara bersamaan. Berbeda dari rapat sebelumnya, suasana pansus berlangsung tenang dan tertib. 

Meski demikian, sejumlah keterangan menarik muncul. baik Darmin maupun Fuad sangat berhati-hati dan terkesan sejalan dengan Sri Mulyani dan Boediono. Baik menyangkut status uang yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), maupun soal status Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Menurut anggota pansus, pernyataan Darmin Nasution ini berbeda dengan apa yang pernah mereka sampaikan, pada rapat konsultasi dengan KSSK sebelum bail out diberikan.

Sama dengan Sri Mulyani, Darmin juga mengaku terkejut dengan membengkaknya nilai dana talangan yang disodorkan BI.

Setelah itu pansus memeriksa mantan Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R). Sejak awal pemeriksaan, suasana langsung memanas, karena Marsilam sering memotong, bahkan sesekali mengkoreksi pertanyaan anggota pansus.

Dalam pemeriksaan ini, anggota pansus banyak menyorot keberadaan Marsilam dalam rapat KSSK, 20 dan 21 November 2008, saat dana bail out untuk Bank Century diputuskan. Kapasitasnya sebagai narasumber di pertemuan itu, dipertanyakan kalangan anggota pansus.

Tidak seperti dibayangkan anggota pansus sebelumnya, Marsilam, meski memimpin salah satu lembaga yang kerjanya membantu kerja presiden, tapi kehadirannya di rapat KSSK itu, menurut Marsilam, tidak diutus atau mewakili Presiden SBY. Ia bahkan mengaku tidak pula melaporkan hasil apa yang diikutinya dari rapat itu, kepada sang presiden.

Kehadiran Marsilam di rapat KSSK memang menarik perhatian anggota pansus. Karena kehadirannya itu, dalam kapasitas sebagai Ketua UKP3R, Marsilam dianggap mewakili kepentingan presiden, yang berarti, demikian menurut logika sejunmklah anggota pansus, Presiden SBY mengetahui keputusan pengucuran dana bail out kepada Bank Century.

Tapi Marsilam bersikeras, ia datang hanya atas undangan KSSK, dan tidak mewakili kepentingan Presiden SBY.(Tim Liputan/Ijs)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: