HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Delegasi Simposium Temui Bakar Ba''syir



indosiar.com, Yogyakarta - Amir Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba'asyir Selasa (19/06/07) kemarin, menerima kunjungan balasan peserta simposium internasional tentang terorisme dan perdamaian yang diselenggarakan di Yogyakarta. Kedatangan para akademisi internasional ini untuk berdialog langsung dengan Abu Bakar Ba'asyir yang selama ini mereka ketahui hanya dari pemberitaan media massa.

Belasan warga negara asing yang mengunjungi Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki ini adalah para akademisi yang berasal dari sejumlah negara termasuk Australia dan Amerika.

Mereka merupakan Delegasi Simposium Internasional tentang terorisme dan perdamaian. Selain untuk mengetahui dari dekat keberadaan pondok Pesantren Ngruki, mereka juga ingin berdialog langsung dengan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang selama ini hanya mereka dengar dari pemberitaan sebagai pencetak teroris dan tempat berkembangnya kelompok Islam garis keras.

Sayangnya, wartawan dilarang meliput pertemuan tersebut. Menurut Ba'asyir, dirinya dan delegasi dari berbagai negara ini sempat berdialog tentang terorisme dan upaya penciptaan perdamaian dunia. Kepada para delegasi, Ba'asyir menyatakan Islam sangat mengunjung tinggi perdamaian.

Selain Australia dan Amerika, delegasi akademisi ini juga datang dari Iran, Jepang, Malaysia, India, Filipina, Singapura dan Indonesia. Simposium berlangsung dari tanggal 18 hingga 23 Juni 2007. Simposium diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. (Danuk Nugroho Adi/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
25-Jun-2007 13:07:27 WIB by edyvanvreden
dan kita bangga menjadi negara teroris he he he he.
24-Jun-2007 09:39:08 WIB by scorpion
he..he..he siapa yang teroris yang teroris adalah konspirasi zionis internasional didukung sama rezim rezim anarkis termasuk rezimnya sby dan mjk.
20-Jun-2007 12:49:32 WIB by edyvanvreden
Kita negara Indonesia juga sering mempunyai standar ganda, kita membenci negara barat Amerika serikat dan eropa yang sering dikecam sebagai negara kafir, tapi ironisnya kita juga sering menerima bantuan dari mereka terutama untuk korban bencana alam, memakai produk dan teknologi mereka, tapi yang jelas kenapa harus menemui abu bakar baasyir yang pernah bermasalah permah dipenjara karena kasus terorisme, masalah ke imigrasian dan mengobarkan semangat untuk membenci negara negara kafir Amerika serikat dan sekutunya, dibandingkan dengan tokoh lain yang lebih moderat seperti Gus Dur dan Aa gym. kenapa tidak sekalian saja berbertemu dengan Imam Samudera, Amrozi dan Abu dujana yang pernah terlibat aksi peledakan bom bunuh diri masuk sorga.
20-Jun-2007 10:40:43 WIB by menyesal
delegasi yg selama ini dibutakan oleh standar ganda barat..ahirnya melek dan sadar, : bahwa Abu bakar Baasyir adalah seorang tokoh yg sangat bijaksana dan arif
delegasi ahirnya tahu juga siapa yg sebenarnya teroris....
delegasi simposium maklum kalo yg selama ini teriak HAM dan teroris sebenarnya dalah embahnya teroris yaitu bush dan ehud olmert

 

Nama:
Email:
Security Code: