indosiar.com, Timika - (Rabu, 21.09.2011) Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia hingga Selasa kemarin masih mogok kerja dan menduduki akses jalan ke Kuala Kencana Timika didepan check point 32. Mogok kerja ini rencananya akan dilakukan selama sebulan. Namun hingga memasuki hari ke 6, belum ada tindakan apa-apa dari pihak perusahaan, bahkan muncul intimidasi atau ancaman.
Memasuki hari ke 6 ribuan karyawan PT Freeport Indonesia, ribuan pekerja PT Freeport bertahan memadati akses jalan masuk Kuala Kencana didepan check point 32 Timika Papua. Belum terpenuhinya tuntutan kenaikan upah yang menjadi tuntutan para pekerja melalui Serikat Pekerja membuat aksi mogok damai ini terus berlangsung. Bahkan tenda-tenda yang didirikan pekerja semakin menutupi jalan pintu masuk check point. Dalam orasinya, para pekerja memastikan aksi mogok kerja akan terus mereka lakukan hingga tuntutan kenaikan upah sebesar 17,5 dollar yang diajukan Serikat Pekerja dipenuhi pihak manajemen.
Selain itu, pihak SPSI mengaku berbagai bentuk intimidasi telah diterima pihaknya yang terbaru adalah pekerja asing yang merusak mobil yang digunakan anggota SPSI diareal perusahaan. Pihak SPSI sendiri akan melaporkan beberapa pekerja warga negara asing yang disinyalir melakukan teror tersebut. (Simson Sambuari/Sup)