indosiar.com, Ambon - Unjuk rasa ratusan orang Maluku terkait pengusutan kasus korupsi dana Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) Anggota DPRD yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah Maluku yang kini menjabat wakil gubernur di gedung Kejaksaan Negeri Ambon Kamis (03/09/09) kemarin, berlangsung ricuh. Para demonstran menuding Kejari Ambon tebang pilih dalam kasus tersebut.
Aksi demonstrasi gabungan ratusan massa dari berbagai ormas di Maluku ini sejak awalnya sudah memanas ketika massa masuk di gedung Kejaksaan Negeri Ambon. Emosi massa kian memuncak ketika mereka hanya ditemui seorang staf Kejari.
Massa memaksa masuk guna mencari Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Dani Palapia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terkait pengusutan korupsi dana Tunjangan Komunikasi Intensif Anggota DPRD yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah Maluku, Said Assagaf yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku.
Akibatnya kericuhan pun tak dapat dihindari, saling dorong dengan petugas bahkan nyaris baku hantam antar massa pun tak bisa dibendung. Aksi massa baru reda setelah Kepala Kejari Ambon Dani Palapia turun langsung menemui pendemo. Kepada pengunjuk rasa, Dani menyatakan pihaknya baru melakukan pengusutan terhadap sisa dana Tunjangan Komunikasi Intensif Anggota DPRD yang jumlahnya miliaran rupiah yang hingga kini belum juga dikembalikan ke kas negara.
Sementara dugaan keterlibatan mantan Sekda Said Assagaf yang kini menjabat Wakil Gubernur Maluku sama sekali belum disentuh. Namun penjelasan Kejari Ambon ini tetap saja mendapat protes dari pendemo. Mereka menilai pengusutan dana TKI Anggota DPRD ditunggangi kepentingan kelompok tertentu. Pasalnya Mahkamah Agung telah menghentikan proses penyidikan terhadap dana TKI diseluruh daerah. (Jabar Tianotak/Sup)