indosiar.com, Pontianak - Ratusan warga dan sopir tangki minyak tanah melakukan aksi unjuk rasa di kantor depot Pertamina Pontianak Senin (18/01/10) kemarin. Pengunjuk rasa memprotes kebijakan konversi minyak tanah di 50 persen wilayah Kalimantan Barat. Sempat terjadi kericuhan saat demo berlangsung, bahkan para warga dan sopir mengejar salah seorang agen minyak tanah.
Unjuk rasa yang semula damai berubah menjadi ricuh. Puluhan warga dan sopir tiba-tiba ngamuk dan mengejar salah seorang agen minyak tanah yang berada didepan pengunjuk rasa. Mereka menilai, agen tersebut tidak berpihak kepada mereka. Para warga dan sopir ini menolak kebijakan Pertamina yang melakukan konversi minyak tanah ke gas sebesar 50 persen diwilayah Kalbar yang dimulai kemarin.
Mereka juga menyatakan tidak ada sosialisasi dari Pertamina sebelum kebijakan diberlakukan. Warga juga menolak pembagian tabung gas 3 kilo karena kualitasnya yang mudah meledak. Tiga daerah di Kalbar yang telah distop penyaluran minyak tanah adalah kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten
Kubu Raya.
Beruntung pihak kepolisian Samapta Poltabes Pontianak yang berada di TKP bisa mengamankan pengunjuk rasa sehingga kericuhan tidak meluas. (Andi Wardayanto/Sup)