indosiar.com, Maluku - Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Kamis (31/07/08) kemarin, menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor KPUD Maluku. Aksi mahasiswa memprotes penyatuan Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten SBT dengan Kabupaten Maluku Tengah berlangsung ricuh dan diwarnai bentrokan dengan aparat kepolisian.
Kericuhan terjadi saat masa pendemo yang hendak masuk ke kantor KPUD dihalang-halangi petugas. Massa nekad masuk ke kantor KPUD karena tidak satupun Anggota KPUD yang bersedia menemui mereka setelah dua jam mereka berorasi.
Massa yang tidak puas akhirnya membakar ban bekas dan melempari petugas serta kantor KPUD dengan telur busuk. Aksi mahasiswa Kabupaten Seram Bagian Timur di Kantor KPUD Maluku ini sudah yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir.
Massa menolak keputusan KPU Pusat tentang penetapan daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Seram Bagian Timur yang masih digabungkan dengan Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
Menurut pendemo, keputusan KPU tersebut sangat merugikan Kabupaten Seram Bagian Timur yang telah memiliki jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa. Akibat pengabungan tersebut, Kabupaten Seram Bagian Timur hingga kini tak memiliki satupun anggota legislatif di DPRD Provinsi.
Seluruh calon anggota legislatif dari Kabupaten Seram Bagian Timur selalu kandas di KPUD akibat terbentur dengan aturan nomor urut, jadi yang dinominasi oleh elit politik Maluku Tengah, Maluku. Massa mengancam akan memboikot seluruh agenda pemilihan umum 2009 di Kabupaten Seram Bagian Timur jika sampai tuntutan mereka tidak dipenuhi. (Jabar Tianotak/Sup)