indosiar.com, Maluku - Aksi protes rasa ratusan mahasiswa dari berbagai elemen mahasiswa se-kota Tual, Maluku Tenggara, terkait pemadaman listrik di daerah itu berlangsung ricuh.
Keributan tak dapat dihindari ketika mahasiswa memaksa masuk ke kantor PT PLN cabang Kota Tual, Maluku Tenggara. Ratusan mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam Tual, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat berunjuk rasa di kantor PT PLN cabang Kota Tual, memprotes pemadaman listrik.
Karena tak juga ditemui pimpinan PLN setelah dua jam berorasi, para mahasiswa memaksa masuk gedung.
Mahasiswa yang kecewa dengan sikap petugas mencari cara lain dengan memanjat pagar kantor PLN. Perang mulut antara mahasiswa dan polisi serta pegawai PLN tak bisa dihindari.
Ketegangan baru reda setelah pimpinan PLN cabang Kota Tual, Toufan, keluar menemui mahasiswa. Dalam kesempatan ini, mahasiswa minta PLN memberikan ganti rugi atas kerusakan sejumlah barang elektronik milik warga akibat pemadaman listrik di Kota Tual.
Aksi mahasiswa ini kemudian dilanjutkan ke gedung DPRD Kota Tual. Sebagian mahasiswa tetap berorasi di kantor PLN minta tuntutan mereka dipenuhi.(Djabar Tianotak/Ijs)