HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Demo Sejuta Umat



indosiar.com, Jakarta - Ribuan umat dari berbagai ormas Minggu (19/11/06) kemarin, melakukan unjuk rasa yang dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia yang dilanjutkan menuju Istana Negara.

Hadir dalam orasi diantaranya Amien Rais serta Ahmad Sumargono. Aksi ini tentu saja memacetkan Jalan Sudirman hingga Depan Istana Negara hingga lebih dari 3 jam. Dalam orasinya, para ormas Islam menyatakan akan membuat mosi tidak percaya pada Presiden SBY jika benar-benar orang nomor satu di Amerika Serikat itu datang berkunjung.

Sementara di Kedutaan Besar Amerika Serikat terlihat ratusan polisi berjaga-jaga berlapis. Direncanakan Presiden Amerika Serikat akan datang pada Senin (20/11/06) siang pada pukul 14.00 Wib di Bandara Halim Perdana Kusuma dan bertemu dengan Presiden SBY di Istana Bogor. (Muslichan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
21-Nov-2006 15:11:15 WIB by Wiryo
Pakai nama "burik" silakan.....
Tapi bencana alam yang dahsyat masih akan terus menerpa!
Aku katakan padamu hai kalian yang berwatak keras! Seganas-ganasnya diri kalian, akan jauh lebih ganas murka Tuhan pada kalian!
Kita diciptakan menjadi "manusia" mestinya bisa berfikir dan bersyukur akan Keagungan karya Tuhan!
Jika agama sudah tidak mampu lagi menbuat sikap bijak, kurasa TIDAK PERLU BERAGAMA saja!
Sudah layak dan pantas IBLIS singgah di hati para orang yang brutal dan yang tak mampu berfikir jernih!
TIDAK PERLU MENYEBUT NAMA TUHAN dengan suara lantang, jika hanya berbuat yang meresahkan ataupun merugikan!

Jika kalian pikir BUSH adalah syetan ataupun teroris, apa kelebihan kalian?
Apakah ada diantara kalian ("keras") sudah mampu melihat ke-Agungan karya Tuhan? Melihat dan layak di Surga?
Lebih baik benahi diri....
bersikap bijak....
Jika aku.. kau katakan picik ataupun penjilat... itu adalah hak kalian! Akan tetapi bencana alam yang dahsyat akan aku mintakan pada kalian dimanapun kalian dan kelompok kalian berada! Tangis dan duka negeri ini akan segera terwujud! TIDAK AKAN PERNAH bisa menikmati TAHUN BARU 2007 dengan suka cita! Akan tetapi Duka negeri ini akan menghantui kalian!
Jika ada pihak pemerintah yang tahu tulisan ini, silakan baca dan renungkan...
Jika "tikus kantor" dan para rakus-man tidak mempan oleh hukum negeri ini, biarlah Murka Tuhan yang menghukum kalian!
Kalian punya rakyat yang brutal... apa tindakan kalian? Apa fatwa MUI?
Aku tuliskan panjang lebar ini agar kalian mampu mendengar! melihat! dan bijak!
Aku katakan sekali lagi...SIAPKANLAH KALIAN AKAN DATANGNYA "PEMBERSIHAN!"
21-Nov-2006 12:29:14 WIB by Saduki
wah kalau urusan demo2an memang kalian biangnya.....gue jadi risih juga sih ngelihat di TV dengan ulah kalian yang demo dengan membawa pentungan/ tongkat segala.....kalaupun kalian berlindung dibalik pakaian agamais seperti itu, namun tetap kelihatan perilaku kalian yang tidak mencerminkan keyakinan agama kalian yang sesungguhnya. Aku lebih suka dengan sikap AA Gym yang tempo hari menolak /tidak mau bertemu dengan Bush sewaktu presiden negara adi daya itu berkunjung ke Bali ( Indonesia). Rasanya akan lebih bermakna kalau bentuk penolakan itu dilakukan dengan cara ini....bukan begitu sobat ? Selama ini demo dengan kekerasan dengan mengacung2kan pentungan/ tongkat sudah menjadi trade -mark dari kaum fundamentalis negeri ini......mudah2an kalian yg merasa diri masuk kedalam golongan itu bisa bercermin pada pengalaman masa lalu, sebab itu akan mengenai diri anda sendiri !
20-Nov-2006 20:38:10 WIB by memble
wuakakakakak burik BODOL!!! kalau saddam yang datang ke indo, kira2x loe bakal demo gak seh? saddam khan juga TERORIS, membunuh saudaranya sesama muslim sendiri!!!

hmmm, siapa seh yang gak kenal Amien and Ahmad Sumargono???? mereka khan orang2x frustrasi semua. hehehehe, tahu deh belangnya, pahlawan kesiangan!!!
20-Nov-2006 16:34:48 WIB by edyvanvreden
Berjuta-juta umat yang demo tidak akan mempengaruhi kedatangan Bush ke Indonesia. Karena Presiden SBY sudah menyiapkan segala keperluan untuk tamu negara Presiden Bush.
20-Nov-2006 15:16:02 WIB by WELL
Maklum lah mereka berani berteriak lantang seperti itu karena tidak mendapat kedudukan di negeri ini, coba saja mereka duduk selaku pimpinan negara, kira-kira bisa nggak bersikap seperti yang mereka demokan sekarang ini ? nonsen bung, memang kita ini cocoknya sebagai ular beludak yang punya watak keras kepala, licik namun tidak manusiawi.
20-Nov-2006 11:27:16 WIB by burik
KAMI TIDAK MENOLAK SEANDAINYA BUSH BUKAN TERORIS DUNIA........
KAMI TIDAK TAKUT DG EMBARGO,PERSYETAN. HANYA ORANG ORANG PICIK DAN PENGECUT YG TAKUT DG EMBARGO AS.....
BUSH ADALAH BIANG TERORIS ...
HANYA ANTEK ANTEK BUSH SAJA YG MENDUKUNG KEDATANGAN BUSH BUSHUK...
HEY PARA PENJILAT BUSH DAN ANJING ANJINGNYA ....KALIAN TIDAK TAHU MALU DAN TIDAK PUNYA HATI MENDUKUNG BIANG RAMPOK MINYAK DAN PEMBANTAI RAKYAT IRAK.....
20-Nov-2006 11:11:22 WIB by wiryo
Sejuta Umat? Atau bahkan berjuta-juta umat islam?
Kunjungan Bush adalah kunjungan resmi/dinas kenegaraan! Jadi jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik, apakah negara ini siap berhadapan dengan NATO?
Siapkah negeri ini dihadapkan dengan segala kondisi yang sulit? seperti embargo pesawat dan bahan apapun.... segala kondisi pasti terjadi!
Apa sih bangganya negeri ini?
20-Nov-2006 10:41:10 WIB by Renata Marelene
Siapa pun yang menjadi presiden Indonesia, sopankah kita jika menolak tamu yang berkunjung? Terlebih lagi itu adalah orang nomor 1 USA, negara adidaya yang tanpa belas kasihan? Apes sekali Bapak SBY, pemerintahannya selalu diujicoba, partai politik lain memanfaatkan situasi, dengan menggunakan simbol-simbol keagamaan, menyatakan mosi tidak percaya hanya karena kunjungan yang sebenarnya kita semua tak mungkin menolaknya. Seandainya Anda seorang Presiden RI, beranikah Anda menolak Bush bertamu? Saya rasa tidak. Itu tindakan yang sangat "bunuh diri" namanya. Bukan begini caranya demokrasi. Ini adalah demokrasi yang bodoh, dan jangan sampai kita terus-terusan dibodohi oleh partai-partai politik yang mencampuradukkan agama di dalamnya.

 

Nama:
Email:
Security Code: