indosiar.com, Solo - Ratusan masa Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Solo Jawa Tengah kemarin melakukan aksi unjuk rasa mendukung fatwa MUI terkait keberadaan Ahmadyah. Sekitar 500 masa majelis Mujahidin Indonesia menekan pihak yang menentang fatwa MUI yang menyebut Ahmadyah sebagai ajaran yang sesat.
MMI menilai, Ahmadyah merupakan ajaran yang sesat karena menyimpang dari ajaran Alqur'an dan hadist nabi Muhammad. Salah satu ajaran Ahmadyah yang mereka kecam adalah adanya nabi baru setelah nabi Muhammad.
Mereka juga mengecam Gus Dur, Ulil Absar serta Dawam Rahardjo telah menistakan Islam karena menentang fatwa MUI tersebut. Masa juga menantang anggota Ahmadyah untuk adu debat di forum terbuka.
Aksi yang berjalan satu jam ini berlangsung tertib. Usai berorasi, massa langsung membubarkan diri. (Tim liputan/Hr)