HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Demo Warga Nabire, Berakhir Ricuh



indosiar.com, Papua - Aksi unjuk rasa menuntut kejelasan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Nabire, Papua yang berlangsung sejak 27 Januari 2009 lalu Kamis (29/01/09) kemarin, berakhir bentrok. Pihak kepolisian terpaksa membubarkan para pendemo yang menduduki kantor KPUD Nabire.

Aparat keamanan dari Dalmas Polres Nabire dan Brimob Polda Papua membubarkan secara paksa ratusan warga masyarakat Nabire yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pilkada Nabire yang menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Nabire sejak 27 Januari 2009 lalu.

Pembubaran paksa berakhir dengan bentrokan saat polisi membubarkan massa yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Peduli Pilkada Nabire enggan untuk dibubarkan. Massa kemudian berusaha untuk melawan aparat dan polisi langsung mengeluarkan tembakan peringatan.

Tujuh warga mengalami luka tembak peluru karet dari aparat kepolisian dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Nabire dan masih mendapat perawatan intensif. Aksi demo ini sendiri menuntut kepastian pelaksanaan pilkada Nabire yang seharusnya dijadwalkan 22 November 2008. Pilkada Nabire mengalami penundaan hingga empat kali dengan alasan tidak jelas.

Pilkada Nabire semula dijadwalkan dilaksanakan pada 22 November 2008, kemudian ditunda 4 kali, Oktober dan 28 Desember, 10 Januari hingga 28 Januari 2009. Kenyataannya ditunda lagi hingga pelaksanaan pemilihan legislatif dan presiden pada bulan April dan September 2009 mendatang.

Situasi kota Nabire hingga saat ini telah kondusif, namun aparat keamanan terus berjaga-jaga, dimana warga pendemo yang telah dibubarkan mengancam akan kembali melakukan aksinya lebih besar lagi. (Andre Kirwel/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: