indosiar.com, Banyumas - Jika anak-anak kota biasa bermain games, sepeda atau gokart untuk mengisi liburan maka tidak bagi anak-anak di desa terpencil. Mereka mengisi liburan cukup dengan bermain balapan pelepah pinang. Konon permainan ini merupakan tradisi turun temurun yang sulit ditinggalkan meski jaman sudah berubah.
Meskipun kini banyak alat permainan moderen, namun anak-anak desa yang sebagian besar siswa SD di Desa Kedung Banteng, Banyumas ini lebih suka menciptakan alat permainan kampung. Dengan mengambil sebuah pelepah pinang, mereka kemudian membuat pelepah itu untuk dinaiki dan sebagian lagi menyeretnya. Pelepah pinang itu diambil di pinggir hutan dengan cara memanjatnya. Pelepah yang sudah kering itu sebelum digunakan daunnya terlebih dahulu dibersihkan, sementara batangnya dibiarkan tidak dipotong untuk pegangan saat pelepah itu ditarik.
Mulanya mereka bermain saling menaiki pelepah itu dipinggiran rumah, namun belakangan anak-anak ini lebih suka bermain di lapangan. Ditempat yang lebih luas itu mereka kemudian berlomba adu cepat. Sebelum berlomba, tiga pelepah itu ditempatkan secara berjajar kemudian satu orang duduk diatasnya sementara tiga anak lainnya siap menyeretnya.
Begitu aba-aba dimulai, anak-anak ini kemudian berlari sambil menyeret pelepah pinang hingga kebatas akhir lapangan. Permainan balapan pelepah pinang merupakan tradisi dari orangtua mereka. Mereka biasanya merupakan warga desa yang berada dipinggir hutan, karena dengan mudah mereka akan mendapatkan pohon-pohon pinang tersebut. Kini kebiasaan itu diteruskan oleh anak-anak mereka dan biasanya dilakukan usai pulang sekolah atau waktu libur sekolah. (Nanang Anna Nur/Sup)