indosiar.com, Pamulang - Sweeping dilakukan di dua rumah yang dikontrak Dulmatin alias Yahya Ibrahim untuk mencari tahu apakah Dulmatin dan 6 rekan-rekannya menggunakan rumah ini sebagai tempat perakitan dan penyimpanan bom.
Petugas menemukan sejumlah benda mencurigakan seperti serbuk hitam, serta 5 buah derigen yang berisi cairan. Dulmatin bersama 6 rekannya bersemsbunyi disalah satu rumah. Selama 6 bulan, Dulmatin tinggal disini, warga sama sekali tidak mencurigainya.
Ketika dalam penyergapan yang dilakukan Densus 88 Rabu (10/03/10) kemarin, 4 rekan Dulmatin sempat melarikan diri, namun 2 lainnya tewas tertembak. Hingga sore kemarin ratusan warga masih memadati kawasan ini, karena ingin melihat dari dekat rumah yang pernah ditinggali gembong teroris yang paling dicari. (Edi Irawan/Sup)