HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Skandal Century

Di Bogor, Presiden Bicara Impeachment





indosiar.com, Jakarta - Hampir dua bulan terakhir, energi dan perhatian bangsa ini terkuras oleh adanya kasus Bank Century yang kini sedang melalui proses politik di DPR, lewat panitia khusus hak angket oleh 30 politisi dari lintas fraksi.

Kemarin, setelah selesai memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, pansus menghadirkan tujuh orang ekonom, dari beragam latar belakang. Dari akademisi, praktisi hingga pengamat yang selama ini tekun mencermati perkembangan ekonomi di tanah air. Mereka menyampaikan pandangan masing-masing atas kebijakan bail out atas Bank Century.

Di hari-hari terakhir kerjanya, pansus memang belum mengeluarkan kesimpulan, tapi wacana memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat muncul, terlebih setelah sejumlah anggota pansus, terutama dari fraksi PD Perjuangan dan Hanura, melihat ada benang merah, bahwa Presiden SBY, tak bisa lepas tangan dan bila perlu mengambil alih masalah kebijakan bail out Bank Century ini. Tapi tak semua mendukung, bahkan suara di tingkat pimpinan pansus pun terpecah.

Apa yang sedang terjadi dan berlangsung di DPR, sudah tentu dicermati banyak kalangan, termasuk dari kalangan pendukung SBY sendiri. Akhir pekan lalu sejumlah politisi lintas partai yang menjadi pendukung pasangan SBY - Boediono bertemu dan mengundang komunitas mahasiswa, dan LSM. Mencermati situasi politik yang makin dinamis, mereka sepakat membentuk forum kebangsaan.

Ditempat terpisah, masih di hari yang sama, 16 ekonom yang tergabung dalam Forum Ekonom Indonesia, termasuk Rizal Ramli, telah pula bertemu membahas perkembangan ekonomi nasional sekarang ini.

Mungkin mencermati perkembangan tersebut atau karena alasan lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (21/1/2010) kemarin mengundang seluruh pimpinan lembaga tinggi, ke Istana Bogor. Kepada wartawan, usai pertemuan, presiden mengakui, mereka membahas berbagai masalah terkini, termasuk perkembangan politik yang diakui makin hari makin memanas. salah satunya isu impeachment.

Menurut presiden, prinsip check and balancing harus tetap dijalankan, dan mengingatkan sistem ketatanegaraan kita yang menganut sistem presidensial.

Terkait dengan apa yang sedang berkembang di pansus Century DPR, presiden minta aturan main tetap dipatuhi, bahwa kebijakan bail out yang sudah diputuskan terhadap Bank Century, tidak bisa dipidanakan.

Apa yang dilakukan presiden di Istana Bogor ini, mendapat tanggapan beberapa kalangan.

Pansus kini di penghujung kerja, dan tinggal membuat kesimpulan. Di sisi lain, program 100 hari pertama Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua, akan segera tiba dan dievaluasi. Dua momentum itulah yang diakui banyak pihak ikut memanaskan tensi politik di tanah air. Isu reshuffle kabinet, hingga pemakzulan, hilir mudik dan bertebaran setiap hari.

Apapun penilaian, pemerintah harus terus bekerja, dan seperti kata presiden, jika ada masalah, hendaknya bisa diselesaikan dengan aturan yang berlaku. Semua pihak diharapkan bisa mematuhi aturan itu, agar pemerintah bisa fokus pada pekerjaan mensejahterakan rakyat, dan tidak terganggu oleh hasrat jangka pendek dari mereka yang ingin berkuasa, menggunakan semua cara, atas nama konstitusional.(Tim Liputan/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
12-Feb-2010 11:04:05 WIB by razzak harlon
semoga ungkapan kasus Bank Century terlihat jelas dan terperinci,salah benar nya tanpak nyata sehingga rakyat lega dan maklum akhirnya,salahkah atau benarkah pemerintah pd saat membailout bank century ps masa itu.

 

Nama:
Email:
Security Code: