HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pemakaman Bayi

Diiringi Isak Tangis Keluarga



indosiar.com, Jakarta - (Jumat, 13.01.2012) Bayi kembar siam Sakira dan Sahira yang meninggal dunia beberapa jam usai menjalani operasi pemisahan kemarin, Jumat pagi dimakamkan di TPU Kampung Mangga, Jakarta Utara. Kedua orangtua bayi mengaku ikhlas. Sementara itu, pihak RSCM menyatakan, selain akibat menurunnya kondisi kedua bayi pasca operasi, meninggalnya bayi juga disebabkan pendarahan yang hebat saat operasi berlangsung.


Usai disholatkan di masjid dekat rumah di Kampung Sindang, Koja, Jakarta Utara Jumat pagi, kedua jenazah bayi kembar siam Sakira dan Sahira, digendong kedua orangtuanya pasangan Edi Utomo dan Siti Mariam, diberankatkan menuju tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Mangga, Plumpang, Jakarta Utara. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi proses pemakaman.

Ibu bayi yang tampak tabah sejak pemakaman berlangsung akhirnya menangis usai kedua buah hatinya dimakamkan. Ayah bayi mengaku mengikhlaskan kepergian kedua buah hatinya dan berterima kasih kepada seluruh dokter yang telah berusaha dengan melakukan operasi pemisahan bayinya serta kepada seluruh pihak yang membantu terlaksananya operasi tersebut.

Sementara itu pihak RSCM dalam keterangan kepada pers Jumat pagi mengatakan, kasus kembar siam seperti yang dialami Sakira dan Sahira termasuk kategori jenis D, yakni penyatuan otak dan pembuluh darah. Kasus ini baru pertama kali ditangani RSCM.

Semula, operasi pemisahan bayi kembar siam yang berlangsung selama 24 jam tersebut, berlangsung sukses hingga kedua bayi dipindahkan ke ruang perinatologi kemarin siang. Namun saat proses pemidahan itulah, kondisi tubuh kedua bayi menjadi tidak stabil. Sakira meninggal pukul 2 siang, disusul Sahira 3 jam kemudian. Selain itu, pendarahan saat operasi pemisahan juga menjadi penyebab.

Menurut tim dokter, secara umum kemampuan bertahan hidup pada bayi kembar siam adalah 25 persen. Sedang resiko kematian saat tindakan pembedahan berkisar antara 48 hingga 70 persen. (Abdul Haris/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: