indosiar.com, Serang - Setelah menjalani pemeriksaan tim penyidik Densus 88 selama 18 jam, Arief Ruhmana akhirnya dapat berkumpul kembali bersama sang istri dan anak-anaknya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai guru SMP Negeri 2 Cimanuk, Pandeglang, Banten ini Sabtu pekan lalu ditangkap tim Densus 88 karena mengirimkan SMS kepada Ibu Negara, Any Yudhoyono.
Warga Kampung Lebak Purut, Desa Kupak Handap, Kecamatan Cimanuk ini mengakui kesalahan bahasa SMS yang keras dan berkesan mengancam.
Kapolda Banten Brigjen Polisi Rumiyah mengaku pihaknya telah memulangkan Arief setelah pria ini meminta maaf. Dalam perkembangan yang sama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memaafkan Arief Ruhmana. Selain karena ancamannya belum tergolong serius, permintaan maaf Arief ini diberikan kepala negara karena masih dalam suasana Ramadhan.
Namun presiden menginstruksikan pimpinan PLN untuk memperhatikan keluhan Arief terkait pembangunan Sutet atau saluran udara tegangan ekstra tinggi di Pandeglang, Banten.
Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara menginstruksikan pimpinan PLN untuk memperhatikan masalah pembangunan Sutet yang dikeluhkan Arief, karena keluhan Arief dianggap serius sampai-sampai meminta perhatian presiden. (Rafael Idemly Don Bosco/Heni Murniati Supaidi/Surnata/Sup)
