HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Bentrokan Antar Etnis

Dipicu Tewasnya Salah Satu Pimpinan Ormas



indosiar.com, Cengkareng - Hingga Senin (31/05/10) dini hari, kobaran api yang meluluhlantakkan puluhan lapak di Rawabuaya, cengkareng ini belum berhasil dijinakkan petugas pemadam kebakaran. Sementara jasad Endit, yang menjadi pemicu pecahnya bentrokan antar etnis ini, masih terbaring di RSUD Cengkareng. Korban menderita luka bacok senjata tajam di bagian leher.

Jasad Endit Mawardi, 43 tahun, warga Gang Anggrek RT 5, RW 2, Cipondoh, Tangerang, yang menjadi pemicu pecahnya bentrokan antar etnis ini, masih terbaring di kamar mayat RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

Ketua ranting sebuah ormas ini tewas diduga dikeroyok oleh sejumlah oknum pedagang di Rawa Buaya Cengkareng, Jakarta Barat. Korban menderita luka bacok senjata tajam di bagian leher, hingga meninggal dunia saat perjalanan kerumah sakit.

Tidak jelas apa motif terjadinya pengeroyokan terhadap Endit ini, namun tewasnya Endit ini telah menyulut terjadinya bentrokan yang membuat kawasan Rawa Buaya, Cengkareng berubah menjadi lautan api.

Ratusan lapak pedagang dikawasan ini menjadi sasaran amarah massa dari anggota almarhum Endit.

Hingga Senin dini hari, sekitar 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang terdiri dari 100 personel polisi dari Polres Jakarta Barat berjaga di kawasan kerusuhan Duri Kosambi. Mereka berjaga agar warga tidak mendekat ke lokasi kerusuhan.

Polisi pun menutup akses menuju lokasi kebakaran. Hanya mobil pemadam kebakaran dan mobil polisi yang diizinkan masuk.

Api juga belum berhasil dijinakkan, karena banyaknya lapak yang dibakar dan kencangnya tiupan angin, membuat proses pemadaman berjalan lebih lama dan sulit. (Endro Bawono/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
31-May-2010 13:03:32 WIB by edyvanvreden
Sebenarnya ormas-ormas itu kerja apasih, kok tidak jelas, malah mengurusi pedagang, bukankah urusan pedagang adalah urusan pemda dan satpol pp.

 

Nama:
Email:
Security Code: