indosiar.com, Bali - (Jumat, 18.11.2011) Mengikuti perkembangan terakhir pertemuan sejumlah kepala negara dalam forum KTT ASEAN. Pertemuan KTT ASEAN hari ini mencapai sejumlah kesepakatan diantaranya kesepakatan mengenai pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan stabilitas politik dan keamanan.
Konferensi ASEAN Plus Three bersama tiga negara tambahan yang menjadi mitra dialog ASEAN yang digelar pada hari kedua KTT ASEAN hari Jumat ini di Nusa Dua, Bali membahas sejumlah masalah dikawasan demi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Konferensi ini dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mewakili kepala negara ASEAN.
Sebelum dilaksanakan puncak pertemuan ASEAN plus Three, negara-negara ASEAN bertemu dengan masing-masing pimpinan negara dari tiga negara mitra ASEAN tersebut. Usai pertemuan ASEAN Plus Three sore ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Sementara di Denpasar, Bali, ratusan pengunjukrasa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat mulai petani, nelayan dan pecinta lingkungan yang tergabung dalam Ardand, aliansi rakyat untuk demokrasi dan hak asasi manusia siang tadi melakukan unjukrasa ke kantor konsulat Amerikat Serikat.
Menurut para pengunjukrasa, penyelenggaraan KTT dengan anggaran miliaran rupiah yang dibebankan kepada negara tidak akan berimbas apa-apa pada kesejahteraan rakyat kecil dan hanya akan menjadi ajang untuk menjual aset bangsa melalui deal-deal kerjasama yang menguntungkan para pejabat.
Selain menolak KTT dengan alasan tidak membawa perbaikan kesejahteraan kepada rakyat kecil, dalam orasinya perwakilan pengunjukrasa juga menolak kehadiran Amerika Serikat pada forum pertemuan ASEAN. Hal itu dinilai sebagai bentuk intervensi asing dan bentuk penjajahan gaya baru yang dilancarkan negara adidaya di Asia. (Tim Liputan/Sup)