indosiar.com, Banjar - Duka dan putus asa yang mendalam dialami Maisaroh. Seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia, ketika ia mendapati kedua anaknya yang dititipkan kepada seorang bidan di kampung telah berpindah tangan kepada orang lain dengan cara dijual. Kepolisian kini mengamankan sang bidan dan terus melacak keberadaan seorang anak Maisaroh.
Kedua anaknya adalah Sri Laksanawati (9) dan Rahmadani bayi berusia (9 bulan). Kedua anaknya ini dititipkan kepada Hajjah Juraidah, bidan kampung karena ia pergi sebagai TKW di Malaysia. Namun 2 tahun kemudian setelah Maisaroh pulang dari Jakarta untuk menemui si buah hati, ternyata Sri Laksanawati sudah dijual ke Faridah.
Bulan Oktober 2006 Maisaroh melahirkan anak laki - laki bernama Rahmadani. Pada saat Rahmadani berusia 52 hari Maisaroh memutuskan bekerja sebagai TKW ke Malaysia dan kembali menitipkan kepada ibu angkatnya itu. Ketika pulang kampung pada pertengahan Mei 2007, lagi - lagi anak yang dititipkan itu tidak ada ditangan sang bidan.
Ketika ditanyakan Hajjah Juraidah mengatakan bahwa anaknya sudah dijual. Nyaris saja perlakuan bidan tersebut membuat Maisaroh mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Maisaroh akhirnya menempuh jalan lain dengan melaporkan bidan Juraidah ke kantor polisi. Sementara itu Juraidah yang diperiksa di Mapolsek Sungai Tabuk membantah tuduhan Maisaroh.
Menurut Hajjah Juraidah daripada anak Maisaroh terlantar lebih baik diasuh orang lain, dan untuk ini Hajjah Juraidah terima uang imbalan 100 ribu rupiah.