indosiar.com, Tangerang - Pembagian sembako gratis dari seorang dermawan dikawasan Neglasari, Kota Tangerang nyaris ricuh, karena warga berjubel dan terlibat aksi saling berebutan. Kondisi ini terjadi karena warga yang datang melebihi dari kapasitas sembako yang dibagikan.
Kupon yang dibagikan sekitar 1300 an, sedangkan warga yang hadir sekitar 2000 an. Ini membuat banyak warga yang sudah datang tidak kebagian kupon dan terpaksa nekad berebutan untuk mendapatkan jatah. Banyak dari mereka yang membawa anak dan balita, bahkan sempat tergencet ditengah kerumunan.
Pembagian sembako gratis ini sengaja digelar untuk membantu warga miskin yang tidak mampu menjangkau harga sembako yang harganya melambung tinggi.
Di Tulungagung, Jawa Timur ribuan warga miskin kemarin rela berdesak-desakan untuk mendapatkan sembako yang diberikan umat Konghucu Klenteng Tri Darma. Puluhan polisi yang diterjunkan sempat kewalahan mengatur antrian warga. Warga tidak bisa dikendalikan dan saling dorong hingga mengakibatkan sejumlah orang lanjut usia dan anak-anak terjepit di kerumunan massa. Bahkan salah seorang anak pingsan saat berdesak-desakan.
Ponijan salah seorang warga mengaku rela mengantri hingga berjam-jam karena harga sembako terus naik. Dengan sembako gratis ini keluarganya tak perlu membeli untuk makan sehari-hari. Pembagian sembako di Klenteng Tri Darma Tulungagung ini diadakan rutin setiap tahun yakni bulan ketujuh di tahun Imlek.
Sementara di Yogyakarta, pembagian zakat disebuah outlet pakaian nyaris ricuh karena ratusan pengemudi becak yang tidak memperoleh jatah nekad menerobos pintu saat pembagian zakat dinyatakan berakhir. Beruntung aparat keamanan mampu meredam keinginan para tukang becak sehingga tidak sempat terjadi kekacauan.
Menjelang Idul Fitri, pembagian sembako atau pembagian zakat menjadi penolong kaum miskin untuk bertahan hidup. Sayangnya ketidakpastian panitia dalam mendistribusikannya justru seringkali memunculkan permasalahan baru. (Tim Liputan/Sup)