indosiar.com, Jakarta - Jenazah Dokter Erina Natania Nazarudin, dokter muda yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Fakfak, Papua Barat, Minggu lalu saat menjalankan tugas sebagai dokter dinas, Selasa (17/07/07) kemarin, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Atas pengabdiannya almarhum Erina mendapatkan bintang kehormatan dari pemerintah.
Pihak keluarga dan kerabat dekat almarhum yang sudah menunggu sejak siang di Bandara Soekarno Harta tak kuasa membendung kesedihan saat jenazah tiba.
Irjen Bina Kesehatan Masyarakat Sri Astuti yang mewakili Menteri Kesehatan saat itu juga langsung menganugerahkan gelar kehormatan Kesatria Bakti Husada Arutala kepada almarhum Erina.
Pihak keluarga mengaku kehilangan Erina yang selalu gigih dan bertanggungjawab dalam setiap pekerjaan. Pihak keluarga mengharapkan tewasnya Erina tidak menyurutkan dokter-dokter muda lainnya untuk menjalankan tugas didaerah terpencil. Jenazah Erina langsung dibawa ke rumah duka di Bandung, Jawa Barat.
Almarhum Dokter Erina (29), yang baru 2,5 bulan bekerja sebagai pegawai tidak tetap di Puskesmas Fakfak, gugur dalam tugas pada Minggu lalu sepulang mengantar pasien plasenta frebia dari Puskesmas Kokas ke RSU Fakfak, Provinsi Papua Barat. Saat kembali ke Kokas bersama seorang perawat dengan menggunakan mobil Puskesmas Keliling yang dikendarai Erina, mobil korban tergelincir masuk jurang sedalam 20 meter.
Almarhum sempat dilarikan ke RSU Fakfak, namun dalam perjalanan Erina menghembuskan napasnya yang terakhir. (Waluyo Adi Susanto/Sudrajat/Sup)