indosiar.com, Jakarta - Virus H1N1 atau flu babi yang terus mewabah diberbagai negara terus diwaspadai kalangan dokter di tanah air. Bahkan sejumlah dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Paru Indonesia aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya flu babi.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat sosialisasi mengenai bahaya dari virus influenza H1N1 atau swine influenza atau flu babi ini dilakukan dikawasan parkir Barat Senayan, Jakarta pada Minggu (10/5/09) pagi. Dalam aksi ini puluhan dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) membagikan berbagai macam liflet yang berisi himbauan mengenai bahaya dari flu babi.
Tidak hanya berbentuk liflet para dokter juga memberikan penjelasan mengenai flu babi ini dengan pengeras suara dan sesekali memberhentikan kendaraan untuk kemudian diberikan penjelasan. Zulkarnaen salah seorang warga mengakui, sangat kuatir dengan merebaknya kasus flu babi. alaupun hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat flu babi di Indonesia, namun Zulkarnaen mengaku banyak kerabatnya yang tidak lagi mengkonsumsi babi karena takut tertular.
Sementara itu Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Faisal Yunus mengatakan, flu babi adalah virus yang berasal dari babi dan saat ini bisa menular pada manusia. Namun jumlah kematian akibat flu babi ini menurut Faisal Yunus tidak sebesar kematian pada kasus flu burung H5N1.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk datang ke rumah sakit, apabila mengalami demam, batuk, sesak napas dan nyeri pada dada serta perut karena merupakan gejala awal dari flu babi.
Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk membiasakan hidup sehat, menggunakan masker bila mengalami gejala flu dan mengkonsumsi oseltamivir atau tamiflu untuk menghindari penularan flu babi. (Ahmad Faisal/Herman Worotikan/Dv).