indosiar.com, Jakarta - (Senin, 10.10.2011) Pihak keluarga Heru Komarudin, salah seorang DPO bom Cirebon yang ditangkap di Pasar Senen Jakarta Sabtu dini hari mengaku baru mendapat kabar tersebut dari media massa. Pihak keluarga kaget mendengar kabar penangkapan tersebut karena sejak terjadinya meledaknya bom di Cirebon, Heru meninggalkan keluarganya tanpa kabar. Dimata keluarganya, ia dikenal dengan sosok yang fanatik terhadap agama dan sering membaca buku - buku tentang jihad.
Beginilah suasana rumah mertua Heru yang berada di Kelurahan Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Heru Komarudin merupakah salah seorang DPO teroris jaringan Muhammad Syarif yang ditangkap oleh Densus 88 di Pasar Senen, Jakarta Sabtu dini hari.
Heru yang menikahi Retno, wanita asal keluarahan Samadikun ini menghilang sejak ditetapkan sebagai DPO. Ruang gerak Heru semakin terbatas karena polisi gencar menyebarkan poster DPO bom Cirebon. Terkait penangkapan Heru pihak keluarga menyatakan sejak meledaknya bom di Mapolres Cirebon Kota, keluarga hilang kontak dengan Heru. Heru yang dikenal tertutup kerap membaca buku-buku tentang jihad.
Atas penangkapan ini, istri Heru mengurung diri didalam kamar. Selain shok, ia juga baru melahirkan anak pertamanya seminggu yang lalu. (Masyuri Wahid/Sup)