indosiar.com, Jakarta - Pemerintah dan DPR Selasa dua hari lalu sepakat duduk bersama, membahas rencana kenaikan tarif dasar listrik. Direktur PLN Dahlan Iskan, yang sebelumnya mewacanakan akan memberi tarif gratis bagi konsumen kurang mampu, juga hadir dan duduk di samping Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Wacana listrik gratis, sempat menjadi pembahasan di awal pertemuan. Sebagian anggota Komisi 7 mempertanyakan maksud dan alasan pernyataan Direktur Utama PLN tentang itu.
Pembahasan itu baru selesai, setelah Direktur Utama PLN Dahlan iIskan dan Menteri ESDM Darwin Zahedi Saleh mengklarifikasinya. Menurut Menteri ESDM, tujuan kenaikan tarif dasar listrik mencakup dua hal. Pertama, terkait rencana pemerintah mengurangi beban subsidi yang sangat besar, mencapai 56,1 triliun rupiah. Andai subsidi ini bisa dikurangi 1 triliun menjadi 55,1 triliun rupiah, dengan TDL naik rata-rata 10 persen, akan bisa menutup kekurangan subsidi 4,8 triliun rupiah. Tujuan kedua, untuk meningkatkan kemampuan pemerintah melayani pelanggan listrik kurang mampu. Apalagi masih ada sekitar 19,1 keluarga yang sampai kini belum menikmati listrik karena ketidakmampuan ekonomi.
Namun demikian, pemerintah tetap menyampaikan dua opsi kepada DPR, opsi mana yang akan dipilih, bergantung hasil pembahasan, dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki.
Lewat pembahasan panjang dan alot, akhirnya DPR setuju dan mendukung rencana kenaikan TDL, keputusan mana, walau tidak tegas menyebut, lebih condong memilih opsi pertama, meski tetap meski dengan sejumlah catatan kepada pemerintah.
Intinya, pemerintah dan DPR sepakat menaikkan tarif dasar listrik, kecuali bagi kelompok pelanggan kurang mampu, antara 450 sampai 900 volt ampere, dengan konsekwensi, pada kelompok lain mengalami kenaikan secara bervariasi. Paling berat beban harus ditanggung pelanggan rumah tangga di atas daya itu, karena kenaikan mencapai 18 persen.
Lalu bagaimana dengan masyarakat ? menyikapi keputusan ini. Dengan kenaikan TDL ini, sebagaimana dijanjikan Menteri ESD Darwin Zahedi Saleh, pemerintah akan mampu menambah ketersediaan listrik bagi masyarakat. Sejauh ini baru sekitar 39 juta kepala keluarga yang menikmati listrik. Karena itu dengan kenaikan ini DPR berharap PLN bisa menambah 1,5 juta pelanggan setiap tahun. Kita doakan. (Tim Liputan/Sup)