HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pembobolan ATM

Dua Nasabah Lapor Kehilangan Uang



 

indosiar.com - Soemaedi Saiman, usai melapor ke sentra pelayanan kepolisian polda Metro Jaya mengatakan, hilangnya uang tabungannya di Bank Mandiri diketahuinya setelah dirinya melakukan print out buku tabungannya, Senin (25/1/2010) pagi.

Berdasarkan print out , uangnya mulai hilang secara tiba tiba sejak 3 bulan lalu, dan terakhir pelaku berhasil membobol uangnya pekan kemarin. Diketahui pelaku telah puluhan kali membobol uang korban di tiga mesin atm yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan.

Menurut pensiunan swasta berusia 60 tahun, warga Tebet, Jakarta Selatan ini, sejak 3 bulan lalu hingga kini uang yang dialokasikan untuk biaya kuliah anak anaknya itu hilang hingga 90 juta rupiah.

Korban lainnya yang hari ini juga melaporkan kasus kehilangan uang adalah Moehardomo. Pensiunan pegawai negeri warga Pondok Kopi, Jakarta Timur ini mengaku telah kehilangan uangnya sebesar 4 juta 800 ribu rupiah.

Pembobolan bank lewat atm juga dialami nasabah di Mataram, NTB.  Sadri, seorang nasabah bank BRI kantor cabang pembantu Cakranegara, Mataram, ini mengetahui uangnya hilang, ketika hendak menarik tabungannya di bank BRI melalui mesin anjungan tunai mandiri atau atm bersama.

Saat memasukkan kartu, atmnya tiba-tiba tertelan. kemudian ia menghubungi sebuah nomor operator yang tertera pada mesin atm untuk melaporkan kartunya yang tertelan. Kemudian orang yang mengaku operator bank itu meminta nomor pinnya dengan alasan untuk memblokir kartunya agar tak dapat digunakan orang lain.

Namun keesokan harinya, tabungannya hilang 50 juta  ketika ia mengecek saldonya langsung ke bank BRI. Sadri kemudian melapor kepada pihak bank, namun hingga saat ini tak ada kejelasan.

Setelah mendengar kabar banyaknya nasabah yang telah kehilangan uang melalui sejumlah media, Senin siang, Sadri kembali melaporkan kejadian yang menimpanya November lalu.

Kepolisian juga mengakui pengusutan kasus ini sangat terkendala oleh pihak bank yang terlambat merespon laporan dari para nasabahnya. padahal kehilangan uang dibank adalah tanggungjawab bank.(Tim Liputan/Ijs)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: