HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Terorisme

Dua Rumah Tersangka Teroris Didatangi Densus 88



indosiar.com, Depok - Dua rumah anggota jaringan teroris di Depok, Jawa Barat, didatangi anggota Densus 88. Bhakti Rahma alias Bhakti Rasnah alias Abu Haikal, yang merupakan salah seorang teroris penyandang dana yang ditangkap pada saat penyergapan teroris di Pamulang. Bahkti Rahma merupakan warga Sukmajaya, Depok, dikenal sebagai sosok yang tertutup.

Pasca ditangkapnya Bhakti Rahma alias Bhakti Rasnah alias Abu Haikal, pada penyergapan teroris di wilayah Pamulang, Tangerang, Banten oleh anggota Densus 88, suasana kediamannya di perumahan Pondok Sukma Jaya, RT 02 RW 02, Sukmajaya, Depok ramai didatangi warga. Para tetangga tidak menyangka, sementara pihak Polres Depok yang ingin menyelidiki lebih lanjut mendapat kesulitan, karena istri maupun pihak keluarga tidak berada di rumah Kamis (11/03/10) siang.

Menurut Ruslan, Ketua RW setempat, ia membenarkan warganya telah ditangkap pihak Densus 88, setelah melihat berita di televisi. Warga Depok yang berinisial BR merupakan warganya. Bhakti Rasna dikenal oleh warga sekitar sebagai orang yang tertutup. Abu Haikal selain berbisnis juga sebagai staf pengajar disalah satu universitas swasta di Jakarta Selatan, sedangkan istrinya bekerja sebagai psikolog disalah satu rumah sakit swasta di Depok.

Selain Abu Haikal, salah satu warga Depok lainya yang diitangkap Densus 88 adalah Sutrisno. Sutrisno ditangkap pihak Densus 88 di wilayah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dua hari sebelum penyergapan di Pamulang, Banten. Sutrisno tinggal di Jalan Laut Aru Perumahan Mekar Perdana, Blok L5 RT 04 RW 22, Abadi Jaya Sukma Jaya Depok, Jawa Barat. (Johan Taruna/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
12-Mar-2010 13:32:10 WIB by edyvanvreden
Waduh hebat juga nih teroris abu haikal selain berbisnis juga staff pengajar universitas swasta, tapi sayang kepandaiannya digunakan untuk kegiatan terorisme, bukan untuk pelayanan masyarakat, repotnya lagi kalau tertembak mati oleh polisi malah dianggap mujahid pejuang islam, ya cara berfiki yang salah. Seperti Dulmatin yang tertembak mati dianggap pahlawan. Sedangkan Dulmatin adalah perakit bom bali 2002 yang menewaskan banyak wisatawan asing dan local.

 

Nama:
Email:
Security Code: