indosiar.com, Cilacap - Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror kembali mencambangi daerah Cilacap, Jawa Tengah. Senin (27/07/09) kemarin, mereka memburu Yani dan Koko, dua warga yang dicurigai sebagai penyuplai bahan peledak. Namun kedua buronan tersebut tidak berhasil ditemukan dan hanya mendapati rumah yang telah ditinggal penghuninya.
Dua warga yang dicari tim Densus 88 kemarin siang adalah Koko Muntako (38) dan Ahmad Yani (34), warga Dusun Telaga Wungu, Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun keduanya tidak berhasil ditemukan. Menurut warga, Yani dan Koko adalah kakak beradik. Yani sudah menghilang sejak Densus 88 menangkap Saefudin Zuhri akhir Juni lalu. Sementara adiknya Koko telah pergi dari desa tersebut sejak 5 tahun silam.
Sehari sebelum pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, tim Densus 88 juga mendatangi rumah Yani, namun mereka tidak menemukan Yani di rumahnya. Tim Densus 88 lalu membawa Muhsin dan Muhlisun, tetangga Yani ke Hotel Arya Guna Buntu, Banyumas untuk dimintai keterangan terkait aktifitas dan latarbelakang keluarga Yani.
Koko sendiri adalah lulusan Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo. Pada awal tahun 2000, Koko sempat pulang ke Desa Planjan dan menikah dengan gadis setempat. Namun 5 tahun lalu, Koko pergi dari desanya. Para tetangga hanya tahu Koko pergi untuk mencari pekerjaan di Sulawesi. (Nanang Anna Nur/Sup)